<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bajava People</title>
	<atom:link href="http://bajava.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bajava.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Jan 2011 08:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bajava.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bajava People</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bajava.wordpress.com/osd.xml" title="Bajava People" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bajava.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>10 Wasit Terburuk di Piala Dunia</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2010/11/25/10-wasit-terburuk-di-piala-dunia/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2010/11/25/10-wasit-terburuk-di-piala-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 05:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Wasit adalah penegak aturan di lapangan hijau sehingga pertandingan sepak bola dapat berjalan sesuai fair play hingga peluit tanda permainan usai dibunyikan. Sayangnya, ada oknum wasit yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sang wasit membuat keputusan yang buruk sehingga pertandingan jauh dari fair play serta menuai kontroversi. Kinerja wasit yang buruk dapat terjadi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=69&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bajava.files.wordpress.com/2010/11/gamal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-75" title="SPAIN'S COACH CAMACHO LEADS EGYPTIAN REFEREE OFF THE FIELD IN  KWANGJU" src="http://bajava.files.wordpress.com/2010/11/gamal.jpg?w=450&#038;h=379" alt="" width="450" height="379" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Wasit adalah penegak aturan di lapangan hijau sehingga pertandingan sepak bola dapat berjalan sesuai fair play hingga peluit tanda permainan usai dibunyikan. Sayangnya, ada oknum wasit yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sang wasit membuat keputusan yang buruk sehingga pertandingan jauh dari fair play serta menuai kontroversi. Kinerja wasit yang buruk dapat terjadi di pertandingan di liga, pertandingan internasional, bahkan di event sepak bola terbesar di kolong jagad ini, Piala Dunia. Berikut ini adalah daftar  10 wasit terburuk sepanjang Piala Dunia digelar.</span></p>
<p><span id="more-69"></span><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Charles Corver : Prancis vs Jerman Barat (1982)</strong></p>
<p>Wasit asal Belanda ini berada di posisi teratas karena gagal melihat pelanggaran terburuk sepanjang Piala Dunia. Saat semifinal, Prancis berhadapan dengan Jerman Barat dan skor saat itu 1-1. Dalam suatu kesempatan, striker Prancis Patrick Battiston merangsek masuk pertahanan Jerman. Kiper Jerman Barat Harald Schumacher bergerak maju untuk menutup ruang, tapi Battiston mencongkel bola ke atas lalu meliuk hendak melewatinya.</p>
<p>Schumacher malah meloncat serta sengaja menabrak Battiston. Anehnya, Corver tak menganggap hal itu sebagai pelanggaran. Ia malah memberikan tendangan gawang bagi Jerman Barat. Sedangkan Battiston tergeletak tak sadarkan diri selama beberapa menit hingga diberi oksigen lalu ditandu keluar lapangan. Akhirnya Battiston sadar, dia menderita cedera tulang punggung serta beberapa giginya rontok.</p>
<p><strong>2. Ali Bin Nasser : Argentina vs Inggris (1986)</strong></p>
<p>Mungkin keputusan wasit paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia dimiliki wasit asal Tunisia ini. Saat perempat final Piala Dunia 1986, di awal babak kedua, Diego Maradona berlari merangsek pertahanan Inggris untuk menyongsong umpan bola lambung. Bola berada di udara dan kiper Inggris, Peter Shilton, maju hendak meraih bola.  Secara tak terduga, Maradona malah mengalahkan Shilton lalu menyundul bola sampai masuk gawang.</p>
<p>Setidaknya wasit melihat apa yang terjadi. Shilton dan beberapa pemain Inggris memprotes karena Maradona menggunakan tangannya, tapi Nasser tetap mensahkan gol itu. Dalam rekaman replay terlihat Maradona benar memakai tangannya, Saat diwawancarai maestro Albiceleste itu bilang, gol tercipta, setengah berkat sundulan kepalanya, setengah lagi berkat tangan Tuhan.”</p>
<p><strong>3. Gottfried Dienst:  Inggris vs Jerman Barat (1966) </strong></p>
<p>Wasit asal Swiss Gottfried Dienst membuat blunder besar saat final Piala Dunia 1966 antara Inggris dengan Jerman Barat. Kala itu pertandingan telah memasuki perpanjangan waktu dengan skor seri 2-2, striker Inggris Geoff Hurst melakukan tembakan keras ke gawang Jerman Barat. Bola mengenai tiang lalu memantul di atas garis gawang, tapi asisten wasit Tofik Bakramov berpandangan bola sudah melewati garis. Gol itu pun disahkan Dienst walau mendapat protes dari para pemain Jerman Barat. Akhirnya Inggris memenangi pertandingan dengan skor 4-2, Hurst mencetak hattrick dan Three Lions menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Sejak itu kontroversi muncul seputar gol ketiga Inggris itu, ada perdebatan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum. Hasil replay televisi memperlihatkan bola belum melewati garis gawang.</p>
<p><strong>4. Antonio Rego: Prancis vs Argentina (1930)</strong></p>
<p>Setelah menang di partai pembukaan melawan Meksiko, Prancis menghadapi Argentina di penyisihan grup. Tertinggal 0-1 berkat gol Luisito Monti, Prancis menekan untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada. Ketika pertandingan tinggal enam menit, striker Prancis Michel Langiller berlari melewati bek Argentina dan tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Namun wasit asal Brasil, Antonio Rego, meniup peluit tanda pertandingan selesai. Suporter Argentina langsung masuk lapangan sebelum Rego menyadari telah membuat kesalahan. Akhirnya, Prancis kalah dari Argentina 0-1.</p>
<p><strong>5. Gamal Ghandour: Korea Selatan vs Spanyol (2002)</strong></p>
<p>Tim Spanyol mendominasi pertandingan atas Korea Selatan di perempat final. Hingga dalam suatu kesempatan Spanyol mendapat tendangan bebas, bola dieksekusi mengarah ke gawang Korsel. Kim Tae-Young, pemain Korsel, coba menghalau bola yang justru bergulir masuk ke gawang sendiri. Kemenangan sudah di depan mata Spanyol, namun Gamal Ghandour, wasit asal Mesir, menganulir gol tersebut. Menurut Ghandour, sebelumnya Ivan Helguera telah melakukan pelanggaran. Pertandingan seri 0-0 dan Spanyol akhirnya kalah lewat adu penalti.</p>
<p><strong>6. Clive Thomas: Brasil vs Swedia (1978)</strong></p>
<p>Grup 3 di Piala Dunia 1978 diawali pertandingan Brasil versus Swedia. Pertandingan seri 1-1 saat Brasil mendapat sepak pojok di masa injury time, Zico menyundul bola hingga terjadi gol. Pemain Brasil menyangka mereka telah meraih kemenangan, tapi wasit asal Wales, Clive Thomas, menganulir gol tersebut. Pasalnya, dia telah meniup peluit tanda pertandingan usai ketika bola masih melayang di udara. Walau mendapat protes dari kubu Brasil, Thomas yakin keputusannya sudah tepat.</p>
<p><strong>7. Edgardo Codesal: Jerman Barat vs Argentina (1990)</strong></p>
<p>Final antara Jerman Barat dan Argentina berlanjut hingga perpanjangan waktu sampai striker Rudi Voeller di kotak penalti Argentina.  Tanpa ampun wasit Edgardo Codesal, asal Meksiko, menunjuk titik putih. Protes keras dilancarkan para pemain Argentina karena Voeller jelas sengaja menjatuhkan diri, tapi Codesal bergeming. Penalti dieksekusi dengan mulus oleh Andreas Brehme, Jerman Barat menang serta menjadi juara dunia.</p>
<p><strong>8. Graham Poll: Kroasia vs Australia (2006)</strong></p>
<p>Pertandingan seri 2-2 antara Kroasia dan Australia sampai wasit Graham Poll memberikan kartu kuning pada Josip Simunic di menit ke-90. Poll tidak menyadari bahwa sebelumnya sudah memberikan kartu pertama pada bek Kroasia itu di babak pertama dan mestinya diganjar kartu merah. Simunic tetap bermain hingga peluit tanda pertandingan selesai ditiup Poll. Simunic yang marah mendorong sang wasit, ia diberi kartu kuning ketiga lalu kartu merah oleh Poll. Wasit asal Inggris itu sangat terpukul ketika mengetahui ia telah melakukan kesalahan besar. Setelah itu dia tidak ditugaskan lagi hingga Piala Dunia 2006 selesai.</p>
<p><strong>9. Chris Bambridge: Brasil vs Spanyol (1986)</strong></p>
<p>Brasil, favorit juara, melakoni pertandingan perdananya melawan Spanyol di Piala Dunia 1986. Skor 0-0 ketika gelandang Spanyol, Michel, melakukan tendangan dari jarak jauh ke gawang Brasil. Bola membentur gawang dan memantul ke dalam melewati garis gawang sebelum memantul kembali keluar. Chris Cambridge, wasit dari Inggris, menganggap tidak terjadi gol. Akhirnya justru Brasil yang memenangi pertandingan berkat gol Socrates.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>10. Jorge Larrionda: Jerman vs Inggris (2010)</strong></p>
<p>Selain dilibas Jerman 4-1 di perdelapan final,  skuad Inggris ketika dirugikan wasit  Jorge Larrionda. Wasit asal Uruguay tidak mensahkan gol hasil sontekan Frank Lampard di menit ke-37.</p>
<p>Lewat hasil rekaman slow motion, terlihat bola terkena tiang gawang bagian atas lalu memantul ke bawah dan masuk melewati garis gawang sebelum ditangkap oleh kiper Jerman Manuel Neuer. Untung bagi Der Panzer, sial bagi Three Lions, Larrionda beranggapan tidak terjadi gol.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=69&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2010/11/25/10-wasit-terburuk-di-piala-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bajava.files.wordpress.com/2010/11/gamal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SPAIN'S COACH CAMACHO LEADS EGYPTIAN REFEREE OFF THE FIELD IN  KWANGJU</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Casual Hooligan</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2010/11/24/the-casual-hooligan/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2010/11/24/the-casual-hooligan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 12:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar orang tentu sudah tahu hooligan, kelompok suporter asal Inggris yang terkenal karena aksi brutal dan anarkisnya. Namun belum banyak orang yang tahu The Casual Hooligan atau  hooligan kasual, siapa mereka serta bagaimana mereka bisa eksis di jagad sepak bola Inggris? Sebenarnya hooligan kasual adalah sub bagian dari budaya paguyuban sepak bola yang ditandai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=50&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Sebagian besar orang tentu sudah tahu hooligan, kelompok suporter asal Inggris yang terkenal karena aksi brutal dan anarkisnya. Namun belum banyak orang yang tahu The Casual Hooligan atau  hooligan kasual, siapa mereka serta bagaimana mereka bisa eksis di jagad sepak bola Inggris?</span></p>
<p><span id="more-50"></span></p>
<p>Sebenarnya hooligan kasual adalah sub bagian dari budaya paguyuban sepak bola yang ditandai dengan hooligan<a href="http://bajava.files.wordpress.com/2010/11/1218703288_green_street_hooligans_26261.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-66" title="1218703288_green_street_hooligans_2626" src="http://bajava.files.wordpress.com/2010/11/1218703288_green_street_hooligans_26261.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a> sepak bola yang mengenakan pakaian serta aksesoris mahal, bermerek, maupun hasil karya desainer papan atas Eropa. Subkultur ini bangkit di Inggris di akhir 1970-an saat banyak hooligan mulai memakai pakaian label desainer dan aksesoris olahraga mahal guna menghindari perhatian polisi. Mereka tidak memakai aksesoris khas klub favorit mereka, sehingga lebih mudah menyusup ke kelompok saingan serta untuk masuk ke pub.</p>
<p>Subkultur kasual tidak berpusat di sekitar musik, meski begitu hal tersebut diterima secara universal bahwa subkultur kasual muncul di akhir 1970-an, tatkala musik disko sedang sekarat dan punk rock tengah menggila. Beberapa genre yang populer di kalangan kaum kasual di akhir 1970-an adalah Oi!, sebuah genre kebangkitan musik ska yang telah dimodifikasi.</p>
<p>Saat era 1980-an, selera musik kaum kasual berasal dari berbagai sumber, sebagian menikmati grup musik pop menikmati seperti Wham!, ABC, The Human League, Spandau Ballet, serta Adam and The Ant.</p>
<p>Akhir 1980-an dan awal 1990-an, banyak dari kaum kasual adalah penggemar grup musik Madchester dan <em>rave scene </em>(jenis musik elektronik yang dimainkan dengan synthesizer), dan pada 1990-an, banyak penggemar Britpop. Ada pertautan kuat antara budaya <em>rave </em>dengan sepak bola, banyak <em>raver</em> memakai apparel kasual sepak bola tapi jauh dari hooliganisme sepak bola.</p>
<p>Band Madchester kadang memakai pakaian kasual di panggung dan dalam foto publisitas mereka, seperti yang dilakukan Britpop, Blur, dalam videoklip mereka, Parklife.</p>
<p>Sepak bola Inggris telah memiliki unsur subkultur fashion sejak munculnya  <em>Teddy Boys</em> pada pertengahan 1950-an, dan asal-usul budaya kasual dapat dilihat dalam subkultur modifikasi di awal 1960-an.</p>
<p>Kelompok-kelompk anak muda yang mendukung klub-klub sepak bola mulai membawa busana mereka ke teras sepak bola, dan beberapa klub tertentu mulai dikenal suporter modifikasi mereka (seperti Chelsea dan West Ham United). Hal ini dilanjutkan dengan subkultur modifikasi spin-off, skinhead, di akhir tahun 1960-an.</p>
<p><strong>Modifikasi Fan Liverpool</strong></p>
<p>Dengan kebangkitan modifikasi di era1970-an, subkultur kasual mulai tumbuh dan berubah setelah suporter Liverpool memperkenalkan gaya dari sebagian suporter Inggris pada mode Eropa saat mengikuti Liverpool di babak perempat final Liga Champion melawan klub asal Prancis, St.  Etienne. Para fan Liverpool, yang berpergian ke seluruh Eropa pada akhir 1970-an guna mendukung tim mereka, mulai berdatangan ke Inggris dengan mengenakan pakaian perancang Italia dan Perancis yang mahal, yang mana mereka jarah dari toko selama keributan atau kekerasan yang lumrah terjadi ketika mereka bepergian ke luar negeri. Kala itu, banyak petugas kepolisian yang mengincar para fan yang berdandan ala skinhead dan memakai sepatu Dr. Martens, mereka tidak memperhatikan hooligan yang mengenakan pakaian desainer mahal.</p>
<p>Pakaian berlabel yang terkait dengan gaya kaum kasual di era 1980-an meliputi: Fila, Stone Island, Fiorucci, Pepe, Benetton, Sergio Tacchini, Ralph Lauren, Henri Lloyd, Lyle &amp; Scott, Adidas, CP Company, Ben Sherman, Fred Perry, Lacoste, Kappa, Pringle , Burberry dan Slazenger. Tren mode sering berubah, dan subkultur kasual mencapai puncaknya pada akhir 1980-an. Dengan kedatangan <em>acid house</em>, <em>rave scene</em>, dan Madchester, kekerasan dalam subkultur kasual memudar sampai batas tertentu.</p>
<p>Pertengahan 1990-an, subkultur kasual mengalami kebangkitan besar, tetapi penekanan pada gaya telah sedikit bergeser. Banyak penggemar sepak bola mengadopsi tampilan kasual sebagai semacam seragam, mengidentifikasi mereka berbeda dengan pendukung klub biasa. Merek seperti Stone Island, Aquascutum, Burberry, dan CP Company terlihat di hampir setiap klub, begitu pula halnya favorit klasik seperti Lacoste, Paul &amp; Shark, dan Pharabouth. Di akhir 1990-an, banyak suporter sepak bola mulai bergerak menjauh dari merek yang dianggap seragam kasual, karena telah menarik perhatian polisi; label beberapa desain perancang juga ditarik dari pasaran setelah menjadi seragam hooligan kasual.</p>
<p>Walau begitu beberapa kelompok hooligan kasual terus memakai pakaian Stone Island di tahun 2000-an, banyak yang logo kompas (badge khas pakaian label Stone Island) sehingga menjadi kurang jelas. Namun, dengan dua kancing masih menempel, hal ini membuat mereka masih mudah dikenali oleh kelompok hooligan kasual lainnya.</p>
<p>Akhir tahun 1990-an dikatakan bahwa pihak  kepolisian telah gagal untuk menghubungkan logo kompas Stone Island kompas dengan salib Celtic versi neo-Nazi. Oleh karena hal ini, label pakaian baru mulai memperoleh popularitas diantara para hooligan kasual. Seperti halnya pakaian para desainer yang mahal, barang palsu yang murah juga dapat terlihat. Prada, Façonnable, Hugo Boss, Fake London Genius, One True Saxon, Maharishi, Mandarina Duck, 6876, dan Dupe mulai mendapat popularitas yang luas.</p>
<p>Mode kasual mengalami peningkatan popularitas di tahun 2000-an, dengan aksi grup musik Inggris seperti The Streets dan The Mitchell Brothers yang memakai pakaian olahraga kasual dalam video musik mereka. Budaya kasual telah disorot oleh film-film dan program televisi seperti ID, The Firm, The Football Factory, serta Green Street.</p>
<p>Di era 2000-an, label-label pakaian yang terkait dengan hooligan kasual diantaranya: Stone Island, Adidas, Originals, Lyle &amp; Scott, Fred Perry, Armani, Three Stroke, Lambretta, Pharabouth, dan Lacoste. Namun menjelang akhir dekade ini, banyak hooligan kasual berpenampilan lebih halus dan underground telah mengadopsi penampilan yang lebih beda, menyingkirkan merek yang populer, serta jadi mainstream sehingga memberi jalan masuk bagi pakaian-pakaian berlabel indie seperti Albam, YMC, APC, Folk, Nudie Jeans, Edwin, Garbstore, Wood Wood, dan Superga. Walau begitu merek terkemuka macam Lacoste, Ralph Lauren, serta CP Company tetap masih populer.</p>
<p><em><span style="color:#008000;">*Tulisan ini dimuat di majalah BOLAVAGANZA Edisi 109</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=50&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2010/11/24/the-casual-hooligan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bajava.files.wordpress.com/2010/11/1218703288_green_street_hooligans_26261.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1218703288_green_street_hooligans_2626</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekayaan David Beckham</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2010/04/14/how-rich-are-they/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2010/04/14/how-rich-are-they/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 06:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Para punggawa Three Lions Inggris bukan saja meraih ketenaran, mereka pun bergelimang harta kekayaan. Gaji besar, mobil mahal, sampai properti berharga selangit mereka miliki. Tentu saja semua kenikmatan itu tidak diraih semudah seperti membalikkan telapak tangan, tapi lewat tetesan keringat dan kerja keras selama bertahun-tahun. Berikut ini adalah data kekayaan beberapa pemain pilar Saint George&#8217;s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=35&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Para punggawa Three Lions Inggris bukan saja meraih ketenaran, mereka pun bergelimang harta kekayaan. Gaji besar, mobil mahal, sampai properti berharga selangit mereka miliki. Tentu saja semua kenikmatan itu tidak diraih semudah seperti membalikkan telapak tangan, tapi lewat tetesan keringat dan kerja keras selama bertahun-tahun. Berikut ini adalah data kekayaan beberapa pemain pilar Saint George&#8217;s Cross.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><span id="more-35"></span><a href="http://bajava.files.wordpress.com/2010/04/beckham-rich.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-88" title="beckham-rich" src="http://bajava.files.wordpress.com/2010/04/beckham-rich.jpg?w=380&#038;h=397" alt="" width="380" height="397" /></a><br />
</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>David Beckham</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 168,5 juta pound atau sekitar 2,2 triliun rupiah selama lima tahun di klub AS, LA Galaxy.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 125 juta pound atau kira-kira 1,7 triliun rupiah</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai 40 mobil, termasuk yang teranyar sebuah Cadilac Escalade, Porsche 911 Cabriolet, Rolls-Royce Drophead, Range Rover Sport, serta sebuah Jeep Wrangler.</p>
<p><strong>Properti :</strong> Beckingham Palace di Sawbridgeworth, Herts, yang dibeli seharga 2,5 juta pound di tahun 1999. Lalu villa waterfront di Palm Jumeirah, Dubai, yang dibeli sebesar 800 ribu pound dan kini bernilai 8 juta pound. Beckham membeli sebuah rumah di Beverly Hills bernilai 15 juta pound ketika menandatangani kontrak dengan LA Galaxy.</p>
<p><strong>WAG :</strong> menikah dengan Victoria ‘Posh Spice’ Beckham.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jermain Defoe</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 60 ribu pound atau sekitar 812,1 juta rupiah seminggu.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 6,5 juta pound atau kira-kira 87,9 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> Belum lama ijin mengemudinya dicabut tapi mempunyai sebuah Range Rover Sport, Aston Martin V8 Vantage, dan Aston Martin DB9.</p>
<p><strong>Properti :</strong> tinggal sendiri di sebuah rumah yang dibangun menurut seleranya di Hertfordshire dan ditaksir bernilai 3 juta pound atau kira-kira 40,5 miliar rupiah.</p>
<p><strong>WAG :</strong> Single – tapi sempat menjalin hubungan dengan beberapa WAGs seperti Danielle Lloyd, Imogen Thomas, Chantelle Houghton, dan Charlotte Mears.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Theo Walcott</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 60 ribu pound atau kira-kira 812,1 juta rupiah per pekan.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 5 juta pound atau sekitar 67,6 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai sebuah Aston Martin Silver plus dua buah Audi. Saat memulai karier di Arsenal, dia mengendarai sebuah VW Golf. Walcott membelikan pacarnya, Mel, sebuah Ferrari California seharga 140 ribu pound ketika sang kekasih berulang tahun ke-21, tapi Mel menolak pemberian tersebut karena lebih suka menggunakan sebuah VW Beetle berharga 20 ribu pound.</p>
<p><strong>Properti :</strong> tinggal bersama orangtuanya di sebuah mansion yang punya lima kamar di Hernel Hempstead dan bernilai 3 juta pound.</p>
<p><strong>WAG :</strong> Melanie Slade, seorang mahasiswi yang belajar di sebuah universitas di London.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Wayne Rooney</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 100 ribu pound atau sekitar 1,3 miliar rupiah seminggu.</p>
<p>Kekayaan : 37 juta pound atau kira-kira 500,6 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> telah mengendarai 19 mobil dalam enam tahun terakhir ini, termasuk Aston Martin Vanquish, BMW M3, Mini GP, Ford Ka, Mercedes CLK, Lamborghini, Galllardo Spyder, sebuah Cadillac Escalade dan sebuh Porsche 911.</p>
<p><strong>Properti :</strong> tengah membangun sebuah villa bernilai 5 juta pound atau kira-kira 67,7 miliar rupiah di Barbados dan hampir selesai, sementara ini Rooney dan keluarganya tinggal di sebuah mansion seharga 4,5 juta pound atau sekitar 60,9 miliar rupiah di Cheshire. Mereka pun mempunyai sebuah flat seharga 320 ribu pound di Florida, AS.</p>
<p><strong>WAG :</strong> menikah dengan teman masa kecilnya, Coleen McLoughlin.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Rio Ferdinand</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 110 ribu pound atau sekitar 1,5 miliar rupiah sepekan.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 28 juta pound atau kira-kira 379,5 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> ia mempunyai dua mobil Aston Martin Vanquish, sebuah Bentley Continental GT, sebuah Bentley Arnage, sebuah truk pick-up Ford F150, plus sebuah Porsche Cayenne.</p>
<p><strong>Properti :</strong> mempunyai sebuah mansion Mock Tudor di Cheshire. Ia memiliki sebuah portfolio properti yang besar, termasuk tujuh rumah di Maroko dan sebuah rumah di Barbados. Dia juga memiliki sebuah penthouse di London.</p>
<p><strong>WAG :</strong> menikah dengan Rebecca Ellison.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ashley Cole</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 100 ribu pound atau kira-kira 1,3 miliar rupiah per minggu.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 13 juta pound atau sekitar 176,1 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mobil terbaru termasuk sebuah mobil James Bond, Aston Martin DBS V12 berwarna hitam.</p>
<p><strong>Properti :</strong> sebuah mansion senilai 5 juta pound di Cobham, Surrey, dan villa di Maroko. Kedua properti ini tengah bakal diperebutkan karena Ashley dalam proses perceraian dengan sang istri, Cheryl.</p>
<p><strong>WAG :</strong> menikah dengan vokalis Girls Aloud, Cheryl Tweedy, dan kini dalam proses perceraian akibat perselingkuhan Ashley dengan beberapa wanita terungkap di media massa.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Frank Lampard</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 140 ribu pound atau sekitar 1,9 miliar rupiah sepekan.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 20 juta pound atau kira-kira 271,1 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai sebuah Audi Q7, Ferrari 612 Scaglietti, Mercedes G Wagon, dan sebuah Aston Martin DB9.</p>
<p><strong>Properti :</strong> mempunyai sebuah townhouse seharga 8,5 juta pound atau sekitar 115, 2 miliar rupiah di London.</p>
<p><strong>WAG :</strong> telah berpisah dari tunangannya, Elen Rives. Namun gelandang Chelsea ini tengah menjalin hubungan dengan presenter acara televisi The One Show, Christine Bleakley.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Joe Cole</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 80 ribu pound atau kira-kira 1 miliar rupiah seminggu.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 11 juta pound atau sekitar 149 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai sebuah Ferrari 612 Scaglietti berwarna hitam, Range Rover Vogue, dan sebuah Mercedes S320 CDI.</p>
<p><strong>Properti :</strong> memiliki sebuah townhouse Chelsea setelah pindah dari mansion di Surrey karena istrinya, Carly Zucker, tidak senang berada di sana. Ia juga mempunyai properti di mancanegara, termasuk sebuah rumah di Dubai.</p>
<p><strong>WAG :</strong> menikah dengan Carly Zucker, seorang pelatih fitness dan model. Mereka menikah pada Juni 2009 silam.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Steven Gerrard</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 120 ribu pound atau sekitar 1,6 miliar rupiah per minggu.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 20 juta pound atau kira-kira 270,8 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai sebuah Range Rover yang telah dimodifikasi dengan biaya 30 ribu pound, termasuk memodifikasi bumper. Ia juga punya sebuah Bentley GT seharga 100 ribu pound.</p>
<p><strong>Properti :</strong> memiliki mansion senilai 3 juta pound atau kira-kira 40,6 miliar rupiah.</p>
<p><strong>WAG :</strong> Alex Curran, seorang model dan kolomnis fesyen.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>John Terry</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 150 ribu pound atau kira-kira 2 miliar rupiah sepekan.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 18 juta pound atau sekitar 244 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai koleksi termasuk Aston Martin DBS V12, Range Rover Sport, BMW X5, dan Porsche 911 Turbo.</p>
<p><strong>Properti :</strong> sebuah mansion senilai 2,5 juta pound atau kira-kira 33,9 miliar rupiah.</p>
<p><strong>WAG : </strong>menikah dengan Toni Poole, teman masa kecilnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Peter Crouch</strong></span></p>
<p><strong>Gaji :</strong> 70 ribu pound atau sekitar 949 juta rupiah seminggu.</p>
<p><strong>Kekayaan :</strong> 5 juta pound atau kira-kira 67,7 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Mobil :</strong> mempunyai sebuah Range Rover Sport dan Bentley Continental.</p>
<p><strong>Properti :</strong> memiliki sebuah mansion di Hertfordshire.</p>
<p><strong>WAG :</strong> bertunangan dengan seorang model, Abbey Clancy.</p>
<p><em>*)Dimuat di Majalah BOLAVAGANZA edisi 102<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=35&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2010/04/14/how-rich-are-they/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bajava.files.wordpress.com/2010/04/beckham-rich.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">beckham-rich</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Mutiara Hitam</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2009/05/19/indahnya-mutiara-hitam/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2009/05/19/indahnya-mutiara-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 10:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menekuk Persija 1-3 di Jepara, Minggu (17/5), Persipura Jayapura menorehkan tinta emas sebagai klub Indonesia pertama yang menjuarai Indonesia Super League (ISL). Persipura pantas jadi juara. Pasalnya, sepanjang kompetisi mereka konsisten memperlihatkan permainan bola indah; agresif, terbuka, dan disempurnakan dengan aksi-aksi skill individu nan memukau. Terlepas dari peran pemain asing seperti Alberto Goncalvez, Ernest [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=23&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Setelah menekuk Persija 1-3 di Jepara, Minggu (17/5), Persipura Jayapura menorehkan tinta emas sebagai klub Indonesia pertama yang menjuarai Indonesia Super League (ISL). Persipura pantas jadi juara. Pasalnya, sepanjang kompetisi mereka konsisten memperlihatkan permainan bola indah; agresif, terbuka, dan disempurnakan dengan aksi-aksi skill individu nan memukau. </span></p>
<p><span id="more-23"></span>Terlepas dari peran pemain asing seperti Alberto Goncalvez, Ernest Jeremiah,Victor Igbonefo, Bhio Pauline, David Da Rocha, plus sentuhan tangan dingin pelatih Jackesen F. Tiago, pesepakbola Papua seperti Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Eduard Ivakdalam, Stevie Bonsapia, Jack Komboi, Ricardo Salampessy, Louis Ian Kabes, Immanuel Wanggai, hingga Paulo Rumere punya andil tak kecil untuk membawa Persipura meraih makota juara ISL 2008/09.</p>
<p>Yah, akar budaya, fisik, dan temperamen manusia Papua yang khas tercermin dalam aksi para pemain Persipura di lapangan hijau. Jika menyaksikan  para pesepakbola Persipura, kita melihat gabungan antara kekuatan fisik dan keindahan gerakan seorang penari Yospan.</p>
<p>Mereka bermain bola dengan sepenuh hati, sepenuh kekuatan, diiringi daya tahan tubuh prima, hingga melahirkan gerakan-gerakan enerjik dan atraktif. Ya, gaya permainan pemain Persipura kental aroma Latino yang dianut kesebelasan-kesebelasan Amerika Latin dan Afrika.</p>
<p>Bak penari Yospan, pemain Persipura bergerak dengan kekuatan kakinya, lincah, gesit, meliuk-liukkan tubuhnya melewati satu per satu lawan seraya menggiring bola. Mereka agresif, terus menekan lawan,  dan trengginas dalam mencetak gol. Buktinya, sampai pertandingan terakhir melawan Persija di Jepara, Persipura telah melesakkan 73 gol ke gawang.  Fakta lainnya, pertahanan Persipura terbilang solid dan sulit ditembus lawan. Gawang Jendri Pitoy cuma kebobolan 21 gol. So, tak pelak, julukan Mutiara Hitam pantas disematkan pada skuad Persipura.</p>
<p>Tak perlu dipertanyakan lagi penampilan teknik individu pemain Persipura, khususnya pemain lokal Papua bisa menawan dan atraktif, meski belum sempurna benar. Karena latar belakang kultur itulah, di penjuru Papua mudah ditemukan anak muda berbakat sepakbola.</p>
<p>Kini cabang sepakbola tak lagi didominasi atlet-atlet dari pesisir pantai.  Bakat sepakbola orang pedalaman ternyata tak kalah dengan orang pantai. Lihat saja,  Persiwa Wamena &#8211; klub yang berada di wilayah pedalaman Papua &#8211; terbukti jadi kekuatan baru yang diperhitungkan di jagad sepakbola Tanah Air.</p>
<p>Walau begitu ada sedikit noda yang melekat pada para pemain Persipura, khususnya para pesepakbola lokal Papua. Seperti umumnya orang Papua, mereka punya kebiasaan menenggak  minuman keras.</p>
<p>Kebiasaan buruk ini ditumbuhkan suburkan lagi oleh penjajah Belanda untuk membuat orang-orang Papua terasing dalam keluguannya. Siasat ini terbukti manjur. Parahnya lagi, minum saguer atau bobo yang semula kebiasaan orang dewasa kini telah merambah ke generasi muda.  So, menenggak minuman keras adalah hal yang paling sukar diperangi orang Papua hingga saat ini.</p>
<p>Sekadar ilustrasi, dulu ada seorang pemain asal Papua yang cukup berkibar di pentas nasional pada era 1980 hingga 1990-an yang punya kebiasaan aneh. Ritualnya, dia menenggak minuman keras sebelum bertanding. Alasannya, dia tak bisa bermain bagus di lapangan bila tidak minum alkohol lebih dulu. Kebiasaan jelek ini amat disayangkan. Padahal seorang atlet yang mau berprestasi vital disokong kondisi fisik tubuh yang prima.</p>
<p>Untunglah, sebagian pemain bola Persipura sudah menyadari arti pentingnya menjaga kebugaran tubuh dengan menjauhi minuman keras. &#8220;Sebagai atlet pro, saya mesti pandai menjaga diri. Saya tak mau karier sepakabola saya hanya singkat karena urusan miras. Soal minum-minum, hal itu berpulang pada pribadi atlet bersangkutan,&#8221; sebut kapten tim Persipura Eduard Ivakdalam.</p>
<p>So, umumnya para pelatih yang pernah menangani skuad Mutiara Hitam sudah maklum dengan kebiasaan minum di kalangan pemain lokal mereka. Rudi Keltjes, Rahmad Darmawan, Raja Isa, dan kini Jaksen F. Tiago memilih bersikap permisif tapi menuntut disiplin dan rasa tanggungjawab tinggi terhadap pemain mereka.</p>
<p>&#8220;Saya tak pernah melarang mereka minum. Pasalnya, bila dilarang maka para pemain itu bisa berontak. Namun saya tegaskan pada mereka agar disiplin dalam berlatih dan tampil maksimal saat bertanding. Nyatanya, mereka dapat memenuhi komitmen itu. Mereka bertindak sebagai atlet pro dan bertanggungjawab. Mereka punya rasa malu tinggi jika sampai bermain buruk  di lapangan,&#8221; papar Rudi Keltjes, pelatih PSMS Medan, yang sempat mengarsiteki Persipura selama dua musim.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=23&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2009/05/19/indahnya-mutiara-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arwah Kiper Celtic Di Rangers</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2009/05/18/arwah-kiper-celtic-di-rangers/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2009/05/18/arwah-kiper-celtic-di-rangers/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 04:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat tragedi Marc-Vivien Foe? Pesepakbola Kamerun yang meninggal di lapangan sepakbola ketika membela Kamerun di Piala Konfederasi 2003 saat menghadapi Kolombia? Foe, yang kala itu bermain di Manchester City, tewas akibat serangan jantung. Ketika semifinal Piala Konfederasi, 26 Juni 2003, pertandingan memasuki menit ke-72, mendadak Foe terjatuh dan meski tim medis langsung bertindak, nyawanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=17&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bajava.files.wordpress.com/2009/05/ghost.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-59" title="ghost" src="http://bajava.files.wordpress.com/2009/05/ghost.jpg?w=276&#038;h=183" alt="" width="276" height="183" /></a></p>
<p><span style="color:#008000;">Masih ingat tragedi Marc-Vivien Foe? Pesepakbola Kamerun yang meninggal di lapangan sepakbola ketika membela Kamerun di Piala Konfederasi 2003 saat menghadapi Kolombia? Foe, yang kala itu bermain di Manchester City, tewas akibat serangan jantung.</span></p>
<p><span id="more-17"></span>Ketika semifinal Piala Konfederasi, 26 Juni 2003, pertandingan memasuki menit ke-72, mendadak Foe terjatuh dan meski tim medis langsung bertindak, nyawanya tak tertolong. Dia meninggal begitu tida di rumah sakit. Pertandingan tersebut digelar di Stade de Gerland, kandang klub Olympique Lyon, tempat Foe pernah bergabung.</p>
<p>Menurut hasil otopsi, pemain kelahiran Nkolo, 1 Mei 1975 itu meninggal dunia karena serangan jantung akibat pembengkakan ventrikel kiri. Kata dokter, kondisi tersebut adalah pembawaan sejak lahir. Selain itu, tes racun juga menunjukkan tidak ada jejak obat doping atau narkotika dalam darah Foe.</p>
<p>Setelah Foe meninggal, manajer Manchester City kala itu, Kevin Keegan, langsung menyatakan bahwa nomor punggung 27 tak akan dipakaikan ke pemain lain sebagai tanda penghormatan untuk Foe. Bisa jadi Stade diberi nama ulang untuk mengingat Foe. Pun demikian dengan pemakaian nama Foe untuk salah satu tribun di Stadion City of Manchester milik Manchester City.</p>
<p>Ketika ingatan akan Foe masih nyata, satu lagi pesepakbola meninggal di lapangan hijau. Miklos Feher, pesepakbola Hongaria, yang bermain di klub SL Benfica, Portugal, kolaps ketika bertandang ke kandang Vitoria Guimaraes, 25 Januari 2004.</p>
<p>Ketika Feher jatuh pingsan, pertandingan dihentikan selama 15 menit dan tim dokter berusaha menyadarkannya. Sayang, Feher kemudian meninggal di rumah sakit. Hasil otopsi menyatakan, Feher meninggal karena <em>cardiac arrhythmia</em> yang disebabkan oleh<em> hypertrophic cardiomyopathy</em>. Pendeknya, ada masalah di jantung Feher yang menyebabkannya tewas.</p>
<p>Kedua pemain di atas adalah contoh pesepakbola yang meninggal di lapangan hijau. Kebetulan keduanya meninggalkan dunia ini lewat penyakit jantung. Namun belum ada cerita apakah menghantui tempat di mana mereka menghadapi maut.</p>
<p>Ada satu pemain bola <em>jadul</em> yang tewas di lapangan tapi bukan karena ada masalah di jantungnya. John Thomson, seorang kiper yang bermain di Glasgow Celtic dan timnas Skotlandia. Thomson lahir di Kirkcaldy pada 1909. Dia besar di kalangan keluarga penambang di Fife.</p>
<p>Kisah hidup indah yang semula membentang di hadapan Thomson terhenti saat Celtic bertandang ke kandang musuh bebututannya sekota, Rangers, di Ibrox, 5 September 1931. Memasuki babak kedua, Thomson dan penyerang tengah Rangers, Sam English, sama-sama berebut bola. Keduanya bertabrakan. Saking kerasnya tabrakan tersebut sampai-sampai tulang tengkorak Thomson retak karena terhantam lutut English.</p>
<p>Kejadiannya mirip dengan yang dialami kiper Chelsea Petr Cech di Stadion Madejski, 14 Oktober 2006. Tulang tengkoraknya retak terhantam lutut pemain Wigan, Stephen Hunt, saat keduanya saling berebut bola. Syukur, nyawa Cech masih bisa diselamatkan.</p>
<p>Nasib Thomson justru berbeda. Dia langsung tumbang dan tak sadarkan diri setelah tabrakan keras tersebut. Semula penonton di tribun mengira Thomson bisa bangkit lagi. Tak ada yang tahu bahwa saat itu juga Thomson tengah menghadapi sakratul maut, kecuali orang-orang yang melihat langsung betapa parahnya cedera Thomson ketika itu. Thomson segera dibawa ke rumah sakit. Pertandingan pun dilanjutkan dalam situasi yang sangat tak mengenakkan dan berakhir dengan skor 0-0.</p>
<p>Di rumah sakit Victoria, pada pukul 21.45, Thomson pun mengembuskan napas terakhir. Kala itu, usianya baru 22 tahun. Thomson kemudian dimakamkan di Pemakaman Umum Bowhill di Fife pada 9 September 1931. Banyak sekali pelayat yang mengantar kepergiannya. Menurut biografi Thomson, ada sekitar 30 hingga 40 ribu orang. Peti mati Thomson diusung oleh para pemain Celtic. Sedangkan di Ibrox ada karangan bung-bunga putih pada hari pemakamannya sebagai tanda penghormatan.</p>
<p>Pada 1993, akhirnya sebuah jalan di Fife diberi nama Thomson Court sebagai kenangan atas John Thomson. Para suporter Celtic pun tidak ada yang melupakan Thomson, bahkan ketika telah memasuki abad 21. Makam Thomson di Fife masih selalu dikunjungi oleh suporter Celtic.</p>
<p>Memang, Thomson sulit dilupakan, bahkan oleh Rangers sekalipun. Soalnya jika sedang &#8220;beruntung&#8221;, maka akan ada penampakan arwah Thomson di antara dua tiang gawang di Ibrox, seakan ingin menegaskan bahwa ia masih bisa menjaga gawang Celtic dari gempuran skuad Rangers. Lucunya, berita ini termuat di sebuah situs online yang berisi promosi pariwisata di Skotlandia.</p>
<p>Entah bagaimana perasaan para suporter dan pemain Rangers selama ini kala melihat stadion kebanggaan mereka justru dihantui oleh arwah pemain dari klub rival bebuyutan.</p>
<p>Mungkin, para suporter Celtic pun menyesali mengapa Thomson mesti meninggal di Ibrox dan bukannya di kandang Celtic, Celtic Park. Namun, ada bagusnya juga. Soalnya, hingga kapan pun, akan selalu ada ekstra kiper Celtic &#8211; walau hanya dalam ujud bayangannya saja &#8211; setiap kali klub itu betandang ke Ibrox.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=17&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2009/05/18/arwah-kiper-celtic-di-rangers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bajava.files.wordpress.com/2009/05/ghost.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ghost</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Nomor Punggung</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2009/05/14/asal-usul-nomor-punggung/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2009/05/14/asal-usul-nomor-punggung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 07:24:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kapan nomor punggung di kostum pemain bola mulai digunakan? Jawabannya, di tanggal 25 Agustus 1928, Arsenal dan Chelsea menorehkan nomor punggung di baju mereka saat bertanding melawan The Wednesday (kemudian jadi Sheffield Wednesday) serta Swansea Town di hari yang sama. Setelah beberapa kali eksperimen &#8211; tentu ada pihak kontra yang beranggapan nomor punggung bisa merusak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=11&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Kapan nomor punggung di kostum pemain bola mulai digunakan? Jawabannya, di tanggal 25 Agustus 1928, Arsenal dan Chelsea menorehkan nomor punggung di baju mereka saat bertanding melawan The Wednesday (kemudian jadi Sheffield Wednesday) serta Swansea Town di hari yang sama.</span></p>
<p><span id="more-11"></span><span style="color:#000000;">Setelah beberapa kali eksperimen &#8211; tentu ada pihak kontra yang beranggapan nomor punggung bisa merusak warna kostum – maka  Inggris memutuskan memberlakukan nomor punggung sebagai bentuk permanen dari kostum pesepakbola. Awalnya, sebelas pemain starting memakai pakaian bernomor punggung yang dirunut dari angka 1 hingga 11, dan seorang pemain dapat menggunakan nomor punggung berbeda dalam satu musim.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Walau tak ada aturan pasti yang menentukan nomor punggung mewakili posisi tertentu di lapangan, secara de facto sebuah standar telah muncul dan dipakai sebagian besar tim sepakbola, dengan beberapa pengecualian.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Secara umum para penjaga gawang memakai nomor punggung 1. Kesepakatan tak tertulis ini nyaris diterima secara universal. Bek atau pemain belakang mengunakan nomor 2 dan 6. Para gelandang kebanyakan memakai nomor 4, 6, 7, 8, 10, serta 11 (nomor 11 dan 7 secara tipikal digunakan para pemain sayap kiri dan kanan). Sementara para striker suka menggunakan nomor 9 dan 10, dan kadang walau kurang populer nomor 7, 8, serta 11.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tatkala sistem pergantian pemain diperkenalkan dalam sepakbola di tahun 1965, pemain cadangan mengambil nomor punggung 12; saat pemain pengganti kedua diperkenankan, mereka mengenakan nomor 14. Yap, para pemain kala itu masih gentar memakai nomor 13 karena masih percaya takhyul angka tersebut bisa mendatangkan sial.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pemakaian nomor punggung yang ditetapkan secara pasti pada tiap pemain dalam sebuah skuad diperkenalkan pada Piala Dunia 1954. Setiap pemain dari masing-masing negara yang masuk daftar 22 pemain memakai nomor punggung tertentu dan sama sepanjang turnamen berlangsung. Hasilnya, nomor punggung 12 hingga 22 bisa diberikan pemain lainnya di dalam skuad, tanpa perlu memperhatikan posisi pemain bersangkutan di lapangan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">So, ini berarti sebuah tim dapat memasukkan pemain sebagai starter tanpa perlu mengutamakan pemain bernomor punggung 1 hingga 11. Meski nomor punggung 1 sampai 11 cenderung diberikan pada para pemain dalam  lingkup line-up inti, fakta di lapangan tak mesti harus begitu dengan berbagai macam alasan. Contoh paling beken adalah Johan Cruyff yang bersikeras menggunakan nomor 14.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>SESUAI ALPHABET</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Timnas Argentina melakukan kiat penomoran saat Piala Dunia 1978 dan 1982 dengan cara berbeda, yakni mengurutkan sesuai nama sang pemain secara alphabet. Hasilnya, para pemain di bangku cadangan  (bukan kiper) dapat menggunakan nomor punggung 1. Belakangan dalam sebuah regulasi turnamen ditetapkan bahwa nomor punggung 1 mesti diberikan pada kiper.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Badan sepakbola di Eropa yang pertama kali memperkenalkan sistem nomor punggung dalam sebuah pertandingan di liga adalah FA Inggris, yang mana sosialisasi nomor punggung (dan nama pemain bersangkutan dicetak di atas nomor) dilakukan pada final Piala Liga Inggris 1993 antara Arsenal versus Sheffield Wednesday.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Belakangan hal ini menjadi standar di FA Premier League di musim berikutnya, lalu kebanyakan liga-liga top di Eropa baru mengadopsi sistem ini lima tahun kemudian. Kini para pemain bebas mengenakan nomor punggung berapapun (sepanjang itu menjadi representasi ciri khas sang pemain di dalam skuad) antara 1 sampai 99. Tahun 2003, kiper FC Porto Vitor Baia menjadi pemain pertama yang memakai nomor punggung 99 dalam final Liga Champion UEFA.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bahkan Hicham Zerouali diijinkan memakai nomor punggung 0 saat membela klub Aberdeen FC di Liga Premier Skotlandia. Tak heran para fan memberi julukan pada Hicham sebagai “Zero.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Para pemain bola secara umum tidak diperkenankan mengubah nomor punggung mereka sepanjang musim. Seorang pemain baru dapat mengubah nomor punggungnya jika ia pindah ke klub lain di pertengahan musim, lalu klub barunya memberikan nomor anyar yang berbeda. Para pesepakbola boleh saja mengubah nomor punggungnya di musim berikut – pindah dari nomor besar menjadi nomor kecil antara 1 sampai 11 mungkin dengan melihat indikasi bahwa klub berpikir sang pemain pantas diturunkan secara regular di musim berikutnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tipikal pemberian nomor punggung di atas berawal saat formasi 5-3-2 digunakan. Dengan ketentuan tak tertulis pemberian nomor dimulai dari belakang ke depan, serta dari kanan ke kiri:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Kiper, 2. Bek Kanan, 3. Bek Kiri, 4. Bek Sayap Kanan, 5. Bek Tengah, 6. Bek Sayap Kiri, 7. Sayap Kanan, 8. Kanan Dalam, 9. Penyerang Tengah, 10. Kiri Dalam, 11. Sayap Kiri.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Nah pola yang mirip bisa ditemukan dalam nomor punggung para pemain timnas Swedia:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Kiper, 2. Bek Kanan, 3. Bek Tengah Kanan, 4. Bek Tengah Kiri, 5. Bek Kiri, 6. Gelandang Bertahan, 7. Gelandang Kanan, 8. Gelandang Tengah, 9. Gelandang Kiri, 10. Striker, 11. Striker</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam perkembangannya nomor punggung kostum berkembang menjadi sesuatu yang penting bagi sebuah klub atau timnas. Hal ini biasanya terjadi karena nomor punggung itu digunakan pemain hebat, dan merupakan suatu kehormatan besar jika diperkenankan memakai nomor punggung yang sama. Sebuah contoh menyolok adalah nomor punggung 7 di Manchester United. Nomor punggung dipakai para pemain hebat di eranya masing-masing seperti George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, David Beckham, dan kini Cristiano Ronaldo.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=11&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2009/05/14/asal-usul-nomor-punggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Football is Freedom</title>
		<link>http://bajava.wordpress.com/2009/05/13/football-is-freedom/</link>
		<comments>http://bajava.wordpress.com/2009/05/13/football-is-freedom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 03:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bajava</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajava.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[“Sepakbola adalah keseluruhan skill itu sendiri. Keseluruhan dunia. Keseluruhan alam semesta itu sendiri. Saya menyukai sepakbola karena Anda harus piawai untuk memainkannya! Kebebasan! Ya, sepakbola adalah kebebasan.” Bob Marley &#8211; 1979 Banyak orang pasti terkejut saat mengetahui Bob Marley adalah seorang fan sekaligus fanatik sepakbola. Sepertinya hal itu tak sesuai dengan citra sang bintang reggae [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=3&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#008000;">“Sepakbola adalah keseluruhan skill itu sendiri. Keseluruhan dunia. Keseluruhan alam semesta itu sendiri. Saya menyukai sepakbola karena Anda harus piawai untuk memainkannya! Kebebasan! Ya, sepakbola adalah kebebasan.” Bob Marley &#8211; 1979</span></p></blockquote>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p><a href="http://bajava.files.wordpress.com/2009/05/bob-marley-soccer-6.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-61" title="Bob-Marley-soccer-6" src="http://bajava.files.wordpress.com/2009/05/bob-marley-soccer-6.jpg?w=263&#038;h=300" alt="" width="263" height="300" /></a>Banyak orang pasti terkejut saat mengetahui Bob Marley adalah seorang fan sekaligus fanatik sepakbola. Sepertinya hal itu tak sesuai dengan citra sang bintang reggae legendaris yang selama ini telah beredar: menghisap marihuana (daun ganja), alunan nada reggae yang lambat, sikap hidup rastafari yang easy going, serta aktivis politik.</p>
<p>Ya, raja reggae berambut gimbal itu benar-benar cinta sepakbola. Bahkan tiap hari saat tur atau melakukan rekaman di studia, Bob Marley selalu menyempatkan diri menendang-nendang si kulit bundar. Dia pun gemar menonton sepakbola di televisi. Klub favoritnya dari Brasil yakni Santos Futebol Clube. Bob Marley mengidolakan pesepakbola, Edson Arantes do Nascimento atau yang lebih dikenal sebagai Pele, yang mulai bermain bagi Santos di usia 15 tahun.</p>
<p>Dalam sebuah perjalanan ke Brasil (Rio de Janeiro, 1970), Bob Marley bermain sepakbola jalanan bersama beberapa rekan musisi (musisi dari perusahaan rekaman Ariola), beberapa anak jalanan di Brasil, plus Paulo Cesar, anggota timnas Brasil di Piala Dunia 1970.</p>
<p>Sebelum pertandingan, Paulo Cesar memberi Marley kostum tim Santos bernomor punggung 10 (nomor khas Pele). Sang raja reggae tesenyum menerima cendera mata tersebut dan mengenakannya. Rekan-rekannya menyanjung Marley yang disebut mirip dengan Pele. Ya, faktanya penyanyi gimbal punya skill individu mumpuni di lapangan hijau. Hebatnya lagi, Marley mampu bermain di semua posisi. Namun posisi favoritnya adalah jadi gelandang.</p>
<p>Banyak sobatnya yang mengklaim, jika raja reggae itu tidak mendedikasikan hidupnya bagi musik, maka Bob Marley bisa menjadi seorang pesepakbola pro. Ya, sebagai seorang gelandang, Marley punya kecepatan, skill yahud, serta kreatif  sebagai otak serangan.</p>
<p>“Saya cinta musik sebelum  mencintai sepakbola. Jika saya lebih dulu cinta sepakbola, mungkin itu bisa sedikit berbahaya, karena sepakbola merupakan permainan kekerasan. Bila seseorang menekel Anda dengan keras, itu dapat memunculkan semangat perang,” cetus Bob Marley suatu ketika.</p>
<p>Bob Marley suka bermain bola di taman-taman di kota London. Sebagai contoh, tahun 1977, saat di tengah puncak ketenarannya, dia menyempatkan diri bermain sepakbola di Battersea Park bersama teman-temannya. Ini bukan sekadar cara mengisi waktu luang di luar tur, Marley memang niat main bola.</p>
<p>Bahkan ia membawa bintang sepakbola Jamaika di masa itu, Skill Cole, dalam rombongannya. “Skill adalah penasihat Bob untuk olahraga,” cerita Rob Partridge, mantan humas perusahaan rekaman Island Records.</p>
<p>“Dia gelandang berskill paten serta sanggup bermain konstan sepanjang 2&#215;45 menit. Namun ia tak suka melakukan tekel terhadap lawan. Oh ya, di lapangan bola, ia dijuluki skully karena tubuhnya yang kurus. Tapi jangan coba-coba menekel Bob, Anda sendiri bakal celaka. Dia punya tulang kaki seperti besi,” tambah Partridge.</p>
<p>Tahun 1980, Bob Marley datang ke London. Tak ada tur atau sesi wawancara, dia dan rombongannya, The Wailers, cuma ingin bermain bola. So, Partridge sengaja menyewa lapangan di Eternit Wharf Sports Centre, Fulham. Tiap sore selama empat hari berturut-turut, Bob dan grup musiknya, The Wailers, mengadakan pertandingan bola dengan tim manapun yang menantang mereka bertanding.</p>
<p>“Kami membawa Bob dan pemain The Wailers ke toko olahraga di Fulham Palace Road untuk membeli bola, sepatu, serta kostum untuk bertanding,” ujar Partridge. “Para penjaga toko tidak mengenali artis ngetop yang menyambangi toko mereka.”</p>
<p>Lantas selama empat hari, Marley dan The Wailers bermain solid menghadapi tim Record Mirror, tim Ice Record, dan beberapa tim lainya. “Itu bukan sebuah pertandingan formal, pokoknya bermain bola sampai puas,” jelas Partridge.</p>
<p>Seminggu kemudian, Marley mengadakan konser di Crystal Palace. Ini konser terakhir  Bob Marley di London karena pada Mei 1981, dia meninggal dunia. “Setelah show, ia masih menyempatkan diri bermain dengan empat orang rekannya di sepanjang hall kolam renang di Cannon Health Clubs. Lantas kami memanggil mereka untuk memperkenalkan a late-night reggae swim untuk menghormati Bob. Mereka pikir itu ide yang bagus,” ungkap Partridge.</p>
<p>Saat Bob Marley meninggal dunia, ada banyak fan yakin bahwa kematiannya akibat kanker yang diidapnya setelah mengalami cedera ketika bermain bola di Battersea Park di tahun 1977. Danny Baker, seorang komentator olahraga di radio dan televisi Inggris pada masa itu, jadi tersangka yang menginjak kaki Marley saat pertandingan tersebut. Akibatnya, kuku jempol kaki Marley sampai copot hingga menyebabkan luka.</p>
<p>Entah karena tak segera mendapat perawatan yang layak atau karena sikap tak pedulinya, luka tersebut malah jadi borok yang tak kunjung sembuh dan menjadi kanker ganas. Dokter telah menganjurkan untuk mengamputasi kakinya agar selamat, tapi sang Rasta menolak tegas anjuran tersebut.</p>
<p>So, tepat 11 Mei 1981, di Florida, AS, Bob Marley menghembuskan nafas terakhir dan menghadap Sang Maha Pencipta. Dia dikuburkan bersama gitar kesayangannya, Gibson Les Paul, sebungkus daun ganja, sebuah Alkitab, sebuah cincin, dan sebuah bola kaki.</p>
<p>Catatan: Tulisan ini saya ini sudah dimuat di majalah BOLA VAGANZA Edisi 89.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bajava.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bajava.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bajava.wordpress.com&amp;blog=7728611&amp;post=3&amp;subd=bajava&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajava.wordpress.com/2009/05/13/football-is-freedom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/940b030aaa741fda01a0399fdbb1e845?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bajava</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bajava.files.wordpress.com/2009/05/bob-marley-soccer-6.jpg?w=263" medium="image">
			<media:title type="html">Bob-Marley-soccer-6</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
